Jumat, 29 Juni 2012

titi nada

Titi Nada adalah istilah lain dari notasi balok. Berbeda dengan not angka atau solmisasi, untuk lebih jelasnya lihat tabel perbandingan di bawah ini
Not Angka ( Solmisasi) Not Balok (Titi Nada)
  • ditulis dengan angka 1 s.d 7 dibaca do, re, mi, fa, so, la , si
  • ditulis dengan huruf balok, huruf yang dipakai adalah A s.d G
  • tinggi rendah nada tidak tetap
  • tinggi rendah nada tetap misal a = 440 Mhz
  • terdiri dari 3 oktaf, yaitu : rendah, sedang dan tinggi
  • terdiri dari 8 oktaf, yaitu : Contra, Sub Contra, Besar, Kecil, Kecil bergaris 1, Kecil Bergaris 2, Kecil Bergaris 3, dan Kecil Bergaris 4
 Not Balok dilambangkan dengan gambar notasi, dengan bagian-bagian sebagai berikut :

Not Balok ditulis pada SANGKAR NADA.
Sangkar Nada adalah tempat menulis not balok yang terdiri dari 5 garis paranada dan 4 spasi, yang cara menghitungnya dari bawah, lihat gambar di bawah ini

Letak titi nada ditentukan oleh kepala titi nada. Jika titinada memakai tiang titinada, maka ada batasan-batasan khusus dalam pembuatan tiang titinada. Panjang tiang titinad kira-kira 2 kali dari panjang kepala titinada. Untuk lebih jelasnya cermati teori di bawah ini :
  • Jika titinada terletak di bawah garis ketiga, maka tiangnya ke atas
  • Jika titinada terletak di atas garis ketiga, maka tianya ke bawah
  • Jika titinada tepat pada garis ketiga, tiangnya boleh ke atas boleh juga ke bawah, TETAPI biasanya mengikuti not yang berada di depannya.
a. Bendera Titinada selalu melambai ke kanan, baik yang tiangnya ke atas maupun ke bawah
   
b. Bendera dapat diganti dengan garis lurus yang menuju satu arah apabila digunakan untuk menggabungkan 2 nada atau lebih
   
c. Banyaknya garis sama dengan banyak bendera
   Harga dan nilai nada dalam not balok dibedakan dari bentuk lambangnya, perhatikan tabel di bawah ini :

NO
BENTUK
HARGA
NILAI
1
 
1 = 4/4 (penuh)
4 ketuk
2
 
½ = 2/4
2 ketuk
3
 
¼
1 ketuk
4
 
1/8
½ ketuk
5
 
1/16
¼ ketuk
Dst
Tambah bendera
Selalu dibagi 2 dari atasnya



Tanda titik dalam not balok berfungsi menambah 1/2 harga dari harga yang di depannya.
Contoh :
 = 1/2 + 1/4 = 2/4 + 1/4 = 3/4     nilainya 3 ketuk
= 1/4 + 1/8 + 1/16 = 4/16 + 2/16 + 1/16 = 7/16 nilainya 1 3/4 ketuk


Tanda diam adalah tanda untuk istirahat. Dalam not angka tanda diam ditulis dengan angka nol ( 0 ). Tetapi dalam notasi balok tanda diam dilambangkan sebagai berikut :

        |    0    0    0    0    |    0     0     x      x       |    0       x     x      x     |   0x     x      x       x    |    0x x     x     x     x   |     
- Garis bantu adalah garis yang dibuat di luar Sangkar Nada.
- Garis bantu dibuat hanya untuk keperluan penulisan nada yang tidak bisa ditulis dalam sangkar nada.
- Panjang Garis bantu hanya untuk 1 nada
- Spasi Garis bantu dibuat seimbang dengan sangkar nada
- Garis bantu bisa dibuat di atas atau di bawah sangkar nada
- Penulisan garis bantu hanya jika diperlukan.

- Tanda Kunci adalah tanda yang ditulis pada awal sangkar nada
- Tanda Kunci berfungsi untuk menunjukkan letak nada
- Macam Tanda Kunci ada 3 macam, yaitu :
1). Kunci C
> Kunci C ada 5 macam yang ditulis pada masing-masing garis para nada, yang mempunyai fungsi masing-masing. Jika ditulis pada :
   a. garis 1 = untuk menuliskan suara Sopran
   b. garis 2 = untuk menuliskan suara Mezzo Sopran
   c. garis 3 = untuk menuliskan suara Tenor
   d. garis 4 = untuk menuliskan suara Bariton
   e. garis 5 = untuk menuliskan suara Bass
> Nada yang sejajar dengan Tanda Kunci adalah nada c1
2) Kunci F
> Kunci F untuk menuliskan nada rendah ( Alto, Tenor, Bariton)
> Nada yang terletak pada garis ke 4 adalah nada f
3) Kunci G
> Kunci G untuk menuliskan suara tinggi ( Sopran, Mezzo Sopran,  Alto )
> Nada yang terletak pada garis ke 2 adalah nada g'

> Tanda Kromatis adalah tanda yang ditulis di depan nada
> Tanda Kromatis berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan 1/2 laras
> Kekuatan Tanda Kromatis hanya dalam 1 birama
> Macam Tanda Kromatis ada 5 macam, yaitu :
1. Tanda Kruis
- Bentuknya 
- Gunanya untuk menaikkan nada 1/2 laras
- imbuhan : nada yang mendapat tanda kruis diberi imbuhan "IS"


2. Tanda Mol
- Bentuknya 
- Gunanya untuk menurunkan nada 1/2 laras
- imbuhan : nada yang mendapat tanda Mol diberi imbuhan "ES/S", Es: untuk huruf mati/ S untuk huruf hidup


3. Tanda Pugar

- Bentuknya 
- Gunanya untuk mengembalikan ke nada semula
- imbuhan : nada yang mendapat tanda Pugar semua imbuhan dihilangkan
4. Tanda Double Mol

- Bentuknya 
- Gunanya untuk menurunkan nada 2 x 1/2 laras
- imbuhan : nada yang mendapat tanda Double Mol diberi imbuhan "ESES/SES", Eses: untuk huruf mati/ Ses untuk huruf hidup
5. Tanda Kruis

- Bentuknya 
- Gunanya untuk menaikkan nada 2 x 1/2 laras
- imbuhan : nada yang mendapat tanda Double Mol diberi imbuhan "ISIS"
         

- contoh :
          

Interval adalah jarak antara nada yang satu dengan nada yang lainnya. Jarak terdekat adalah 1/2.
Perhatikan Penggaris Nada di bawah ini :

Contoh :
1. D    -    Fis    = 2
2. Ais -    Dis    = 3 1/2
3. Eis -    F       = 0 (nol) -> tidak berjarak, nada seperti ini disebut nada Enharmonis
Nada Enharmonis adalah nada yang tingginya sama, tetapi namanya berbeda. Atau nada yang berjarak 0 (nol).
Contoh nada enharmonis adalah :
1. Bis - c
2. Ais - Bes
3. E   - Fes, dan lain-lain



 .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar